AIR MATA MUALAF, MENGHADIRKAN VISUAL DAN SINEMATOGRAFI YANG SERIUS, SERTA DI DUKUNG DENGAN CERITA YANG AKAN MENGURAS EMOSI

AIR MATA MUALAF, MENGHADIRKAN VISUAL DAN SINEMATOGRAFI YANG SERIUS, SERTA DI DUKUNG DENGAN CERITA YANG AKAN MENGURAS EMOSI



Merak Abadi Production dan Suraya Filem merilis Official Poster dan Trailer AIR MATA MUALAF

A Film by Indra Gunawan

Senin, 27 Oktober 2025

Berlokasi di Plaza Senayan XXI


Dihadiri Oleh

• Dewi Amanda (Produser)

• Indra Gunawan (Sutradara)

• Oka Aurora (Penulis)

• Acha Septriasa

• Rizky Hanggono

• Dewi Irawan

• Budi Ros

• Yama Carlos

Saksikan AIR MATA MUALAF tayang 27 November 2025 di bioskop. 

Industri perfilman tanah air kembali menghadirkan sebuah karya yang penuh makna berjudul Air Mata Mualaf. Film bergenre drama keluarga dan religi ini diproduksi oleh Merak Abadi Productions bersama Suraya Filem. Kisah yang diangkat sarat dengan pesan moral tentang perjuangan hidup, ketulusan hati, dan pencarian jati diri. Film ini diproduseri oleh Dewi Amanda dan disutradarai oleh Indra Gunawan. Sementara naskahnya ditulis oleh Oka Aurora. Dengan kombinasi tersebut, film ini diharapkan bukan hanya menjadi tontonan, tapi juga memberikan inspirasi bagi penonton. Para pemain yang terlibat juga bukan nama asing. Acha Septriasa dipercaya memerankan tokoh utama bernama Anggie. Selain itu, ada Achmad Megantara, Budi Ros, Dewi Irawan, Rizky Hanggono, Dewi Amanda, Matthew Williams, Yama Carlos, Almeera Quinn, Syamim Freida, hingga Hana Saraswati. Kehadiran aktor dan aktris lintas generasi ini diyakini bisa menghadirkan emosi yang kuat di setiap adegannya. Dilansir dari Cinema 21, film ini berpusat pada kehidupan Anggie (Acha Septriasa), seorang perempuan asal Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Australia. Hidup Anggie berubah kelam setelah ia mengalami kekerasan dari kekasihnya, Ethan (Matthew Williams), di Sydney. Luka batin dan fisik membuat Anggie kehilangan arah hidup. Dalam kondisi terluka dan mabuk, Anggie terjatuh di depan sebuah masjid. Saat itu, Anggie ditolong oleh Fatimah (Hana Saraswati), seorang gadis yang sehari-hari mengurus masjid. Pertemuan inilah yang menjadi titik balik dalam hidup Anggie. Hati Anggie semakin tersentuh ketika ia mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an dari mulut Fatimah. Suara yang menenangkan tersebut membangkitkan rasa ingin tahunya terhadap Islam. Sejak saat itu, Anggie mulai belajar tentang nilai keimanan dan arti kehidupan. Keputusan Anggie untuk memeluk Islam pun menjadi babak baru dalam hidupnya. Namun, perjalanan tersebut tidak mudah. Anggie harus menghadapi penolakan keluarga dan lingkungan sekitar yang sulit menerima pilihannya. Konflik batin dan tekanan sosial menjadi ujian berat bagi dirinya. Meski begitu, Anggie tetap berpegang teguh pada keyakinan barunya. Anggie percaya bahwa jalan yang ia pilih adalah awal kehidupan baru yang penuh harapan. Kisah Anggie menjadi gambaran nyata tentang keberanian seorang perempuan yang menemukan cahaya di tengah kegelapan hidupnya. Film Air Mata Mualaf tidak hanya menyoroti soal perpindahan keyakinan, tapi juga menyentuh sisi kemanusiaan, penerimaan diri, arti keluarga, pentingnya kasih sayang, dan kekuatan pengampunan. Film ini ingin menunjukkan bahwa siapapun berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Akting Acha Septriasa sebagai Anggie diprediksi akan menjadi sorotan. Acha dikenal mampu menampilkan karakter dengan penghayatan yang kuat. Chemistry-nya dengan Hana Saraswati juga diperkirakan akan memberi warna emosional yang mendalam dalam film ini. Dari segi produksi, film ini juga digarap dengan serius. Visual yang ditampilkan mendukung suasana cerita, mulai dari kelamnya kehidupan Anggie di Sydney hingga ketenangan yang Anggie temukan saat mulai mengenal Islam. Sinematografi dan musik pengiringnya dirancang untuk memperkuat emosi penonton. Film Air Mata Mualaf hadir sebagai tontonan yang menyentuh hati. Film ini tidak hanya bercerita tentang perjalanan spiritual, tetapi juga menyampaikan pesan tentang cinta, harapan, dan kekuatan iman. Sebuah film yang patut ditunggu oleh penonton dari berbagai kalangan.

***

Redaksi : ULTRA MOVIE REVIEW
Instagram : @ultramoviereview
Website : ultramoviereview.blogspot.com
Email : ultramoviereview@gmail.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

EJAKULASI DINI (EDI), Banyak pelajaran yang bisa di petik dari series ini

LINTRIK: ILMU PEMIKAT, Bukan sekedar horor pada umumnya film berusung genre drama psikologis yang kuat akan kearifan lokal

GJLS IBUKU IBU-IBU berhasil tembus 621.054 penonton di seluruh Indonesia dalam kurun waktu Sebulan penayangan