ESOK TANPA IBU, Dian Sastrowardoyo menjadi Produser sekaligus karakter yang mewakili sosok Ibu

Produser Shanty Harmayn mengungkapkan film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) melewati perjalanan yang cukup panjang. Dimulai dari ide yang dibawa oleh Gina dan Diva, film ini akhirnya siap tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Januari 2026.


Jakarta, 15 Desember 2025 -- Base Entertainement merilis Official Poster Dan Trailer ESOK TANPA IBU
Berlokasi di Plaza Senayan XXI

Di Hadiri Oleh
1. Shanty Harmayn (Produser)
2. ⁠Rio Pasaribu (Produser)
3. ⁠Aoura Chandra (Produser)
4. ⁠Hizkia Nararya (Produser)
5. ⁠Gina S. Noer (Penulis Naskah)
6. ⁠Diva Apresya (Penulis Naskah)
7. Dian Sastrowardoyo (Produser dan Cast)
8. ⁠Ali Fikry
9. ⁠Ringgo Agus
10. Aisha ⁠Nurra Datau
11. ⁠Bima Sena


Saksikan ESOK TANPA IBU Tayang 22 Januari 2026 di bioskop. "Film ini dimulai dari ide Gina dan Diva, dan berasal dari sesuatu yang sangat personal bagi mereka. Sejak awal pandemi, kami berdiskusi panjang tentang bagaimana cerita ini bisa berbicara lebih luas. Dari banyak percakapan kami-mulai dari isu keluarga, hingga bagaimana teknologi bisa memengaruhi hubungan manusia. Proses yang dilalui cukup panjang dan terus berevolusi hingga menjadi karya yang bisa dinikmati oleh penonton Indonesia mulai 22 Januari 2026 di bioskop. Semoga ceritanya sampai ke hati penonton," kata produser Shanty Harmayn. Dian Sastrowardoyo, yang turut menjadi produser dan pemeran Ibu di film ini mengungkapkan ia amat terhormat memerankan karakter yang banyak mewakili sosok Ibu dalam banyak kehidupan orang-orang. "Ini adalah peran yang mewakili banyak sekali ibu-ibu kita semua, yang ada di kehidupan masing-masing. Ibu selalu memberikan perasaan untuk dimengerti, aman, dan Ibu tidak bisa digantikan oleh Bapak atau bahkan oleh AI sekalipun. Saya merasa sangat terhormat bisa memerankan Ibu di film ini," ujar Dian Sastrowardoyo. "Di film ini, aku memerankan Cimot, karakter remaja yang sedang berjuang menghadapi kesedihan karena Ibunya mengalami koma. Cimot tidak tahu bagaimana menghadapi kesedihan, jadi dia mulai menggunakan Al yang di film ini ada teknologi buatan temannya bernama i-Bu, itu sebagai coping mechanism si Cimot karena kangen sama Ibunya," tambah Ali Fikry yang memerankan Cimot. Sementara itu, Ringgo berefleksi pada peristiwa-peristiwa yang dekat dengannya, tentang sebuah kehilangan. Ringgo mengolah emosi kehilangan pasangan hidup di film ini dan harus menemukan solusi kecanggungan komunikasinya dengan anaknya yang masih remaja. "Ada dua orang yang kehilangan dalam cerita ini. Anak remaja yang kehilangan Ibunya, dan suami yang kehilangan istrinya. Dalam momen kehilangan itu, film ini ingin menghadirkan bagaimana relasi Bapak dan anak remajanya memperbaiki cara berkomunikasi mereka menjadi lebih baik," kata Ringgo. Ikuti perkembangan terbaru film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) melalui akun Instagram @base.id & @filmesoktanpaibu. Tonton film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) mulai 22 Januari 2025 di bioskop Indonesia.

Sinopsis ESOK TANPA IBU

Rama (Ali Fikry) yang tak sejalan dengan Ayahnya (Ringgo Agus Rahman), dan hanya dekat dengan Ibunya (Dian Sastrowardoyo) harus menghadapi situasi sulit ketika Ibunya jatuh koma. Saat mulai terpuruk, Rama menemukan bantuan tak terduga dalam i-BU: sebuah Al ciptaan temannya yang membuat Rama bisa melihat wajah, suara, dan bahkan menjadikan Al tersebut alat bantu untuk merangsang kerja otak Ibunya. Bisakah Rama mengobati kesepian dan menyembuhkan Ibunya lewat bantuan AI?

Tentang BASE Entertainment

BASE Entertainment adalah studio produksi terkemuka di Asia Tenggara dengan kantor di Indonesia dan Singapura, didirikan oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto. Spesialis dalam produksi film dan serial berkualitas tinggi untuk penonton global, studio ini berkolaborasi dengan talenta-talenta kreatif terbaik untuk menghadirkan cerita dari Asia ke dunia, termasuk Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) karya Joko Anwar yang tayang perdana di 2020 Sundance Film Festival dan membawa piala terbanyak di Festival Film Indonesia di tahun yang sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal Indonesia Netflix pertama yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi orisinal Netflix Asia Tenggara pertama Trese, serta Petualangan Sherina 2 (Sherina's Adventure 2) yang memecahkan rekor box office di Indonesia. Dengan komitmen kuat pada inovasi cerita, BASE Entertainment terus mengembangkan produksi-produksi berkualitas yang menjembatani narasi regional dengan daya tarik global.

Tentang BEACON FILM

BEACON FILM adalah rumah produksi yang berbasis di Jakarta, didirikan oleh Dian Sastrowardoyo, salah satu aktris Indonesia yang paling dikenal saat ini. Selain karier aktingnya yang gemilang, termasuk dalam film ikonik Ada Apa Dengan Cinta?, Dian juga mulai merambah dunia produksi dengan karya seperti Guru-Guru Gokil, yang tayang perdana di Netflix. Pada tahun 2023, Dian bergabung dengan Rio Pasaribu dan Hizkia Nararya untuk mendirikan BEACON FILM, membuka babak baru yang menjanjikan bagi perfilman Indonesia. Mothernet, proyek perdana mereka, akan menampilkan bakat dan visi mereka untuk membawa film-film berkualitas Indonesia ke dunia internasional.

Tentang REFINERY MEDIA

Berpusat di Singapura, Refinery Media adalah salah satu rumah produksi untuk program reality show di Asia. Dengan tim profesional berpengalaman dan talenta kreatif terbaik, Refinery menggabungkan berbagai disiplin untuk menghadirkan konten yang relevan dan digemari oleh penyiar maupun penonton. Selama perjalanannya, Refinery telah meraih sejumlah penghargaan bergengsi, di antaranya "Best General Entertainment" dan "Best Adaptation of an Existing Format untuk Asia's Next Top Model di Asian Academy Creative Awards 2018 dan 2019. Refinery juga memenangkan "Best Non-Scripted Entertainment" untuk musim pertama The Apprentice: ONE Championship Edition di 2021. Terbaru, Refinery memperoleh penghargaan "Best Editing" dan "Best General Entertainment Game/Quiz Programme" untuk SupermodelMe Revolution pada Asian Academy Creative Awards 2022. Pada 2024, Refinery Media memperluas kiprahnya dengan meluncurkan X3D Studio studio virtual production terbesar di Asia Tenggara sekaligus studio virtual production pertama di dunia yang mendapatkan akreditasi dari ARRI, berlokasi di Singapura.
***

Redaksi Media : ULTRA MOVIE REVIEW
Instagram : @ultramoviereview
Website : ultramoviereview.blogspot.com
Email : ultramoviereview@gmail.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

EJAKULASI DINI (EDI), Banyak pelajaran yang bisa di petik dari series ini

LINTRIK: ILMU PEMIKAT, Bukan sekedar horor pada umumnya film berusung genre drama psikologis yang kuat akan kearifan lokal

GJLS IBUKU IBU-IBU berhasil tembus 621.054 penonton di seluruh Indonesia dalam kurun waktu Sebulan penayangan