ALGOJO, Menantang Batas Di Jakarta yang Keras menghadirkan jargon baru dari Vidio yaitu Arya Saloka
MENANTANG BATAS DI JAKARTA YANG KERAS,
VIDIO HADIRKAN “ALGOJO”
MENAMPILKAN DEBUT ARYA SALOKA DI ACTION SERIES
Tayang Eksklusif di Vidio mulai 16 Januari 2026
Jakarta, 9 Januari 2026 — Vidio membuka tahun 2026 dengan kehadiran Algojo,
Original Series terbaru yang memadukan aksi intens, drama emosional, dan
humor segar yang dekat dengan kehidupan marjinal Jakarta. Series ini menjadi
salah satu produksi action terbesar dari Vidio, sekaligus menandai debut Arya
Saloka dalam action series, sebuah momentum yang sudah lama ditunggu para
penggemarnya.
Disutradarai oleh Rahabi Mandra dan diproduksi oleh Screenplay Films, Algojo
hadir dalam 8 episode, menghadirkan dunia jalanan Jakarta sebagai arena
pertarungan nasib, pilihan moral, kesetiaan, dan kemanusiaan.
Algojo berkisah tentang Arya Saloka yang berperan sebagai Zar, seorang Anjelo
(pengantar-penjemput pekerja seks) yang menjalani hidup sederhana sampai
sebuah insiden tiba-tiba menyeret ayahnya ke dalam bahaya. Ayahnya tanpa
sengaja menyaksikan pembunuhan seorang podcaster, sehingga ia menjadi target buruan dan mengalami luka serius. Zar bertekad mencari pelaku yang telah
mencelakai ayahnya.
Ketika berusaha mencari jawaban, Zar justru masuk ke lingkaran organisasi gelap
yang beroperasi di bawah tanah. Sebuah kesalahpahaman fatal membuatnya
berada di posisi berbahaya, hingga ia harus berhadapan dengan Frengky (Randy
Pangalila), Algojo yang dikenal dingin dan taktis, serta menghadapi tekanan dari
sang pemimpin, Sadino (Andi /rif).
Ilya Aktop, Nicholas Raven, dan Ami Murti selaku Penulis menjelaskan bahwa ide
awal Algojo dan Anjelo lahir dari kolaborasi banyak pihak, dengan menggali sisi
unik dan tabu dari dunia ‘underground’ Jakarta yang jarang dibahas. Melalui riset
langsung ke gang-gang rawan kriminal, mereka menemukan bahwa orang-orang
di sana pada dasarnya sama seperti kebanyakan orang, yang berbeda hanyalah
cara hidup dan pekerjaannya. Pengalaman inilah yang kemudian dirangkum dan
dituangkan ke dalam skenario.
Rahabi Mandra menegaskan bahwa Algojo tidak hanya menawarkan aksi, tetapi
juga memadukan komedi dan drama dengan nuansa Jakarta akar rumput. Untuk
menjaga keseimbangannya, tim melalui beberapa tahap: memastikan dramanya
kuat, lalu menambahkan komedi, dan merapikan adegan aksi yang sejalan dengan
struktur cerita. Setiap episode dievaluasi dari sudut pandang menyeluruh, seperti
pelukis yang mundur melihat komposisinya, lalu memberi penyesuaian halus.
Proses ini diterapkan sejak penulisan hingga syuting dan editing, dengan masukan
tim yang datang dengan “fresh eyes”.
Cerita yang di Algojo ini menyinggung moral abu-abu, loyalitas, dan pilihan sulit.
Dan Rahabi menyatakan ada sisi menarik terkait kemanusiaan yang ingin
disampaikan melalui series ini.
“Kemanusiaan itu tidak pernah hitam-putih, tapi tentang memilih di saat abu-abu. Di
dunia Algojo, setiap karakter punya alasan di balik tindakannya. Saya ingin
penonton bertanya: kalau saya di posisi mereka, apakah saya bisa tetap jadi orang
baik?”
Perjalanan Zar: dari Anjelo menjadi Algojo
Di Algojo ini kita bisa tahu bahwa orang seperti Zar yang hidup di jalanan yang
keras pada akhirnya hanyalah manusia biasa seperti kita yang kadang melakukan hal konyol, melakukan kesalahan dan juga mengambil pilihan dan keputusan yang
salah. Karakternya yang tidak sempurna justru terasa dekat secara emosional
dengan penonton.
Bagi Arya Saloka, proyek ini adalah lompatan besar.
“Ini pertama kalinya saya terjun ke action series. Berat secara fisik, tapi menarik
karena setiap gerakan Zar punya alasan emosional. Dia bukan sekadar berkelahi,
tetapi dia bertahan demi orang-orang yang dia sayangi, sambil berjuang menjaga
nuraninya,” ungkapnya.
Persiapan fisik yang intens, latihan koreografi, hingga diet ketat menjadi bagian
perjalanan Arya di balik layar. Syuting yang cukup melelahkan karena dilakukan
saat bulan Ramadhan dan dia dalam keadaan puasa. Ini menunjukkan totalitas
Arya di series ini demi menghidupkan tokoh Zar.
“Saya tidak mau sekadar keren di layar. Saya ingin penonton melihat sisi yang
rapuh, keras kepala, tapi sangat peduli. Itulah Zar!”
Frengky: dingin, taktis, dan tak memberi ampun
Sisi gelap dari Algojo dihadirkan melalui karakter Frengky. Dia adalah sebuah ironi,
representasi dari kriminalitas di Indonesia. Dia menjadi penjahat karena itulah
satu-satunya pilihan yang dia punya. Hanya di Bengkel Kapal Sadino dia mendapat
validasi, dan “dianggap”. Pada akhirnya kekuasaan dan harta akan selalu
membutakan manusia dan kriminalitas tak lagi dianggap sebagai dosa.
Bukan pertama kalinya main di action series, tetapi bagi Randy Pangalila perannya
sebagai sosok Frengky itu menarik sekaligus menantang.
“Yang menarik dari Algojo ini setiap karakter punya ciri khas. Kalau Zar itu dengan
semangatnya dia yang berapi-api walaupun dia sudah jatuh berkali-kali, dia
bangun berkali-kali juga. Kalau Frengky itu dingin, badass, no mercy. Setiap
serangan-serangan yang dia buat benar-benar yang mematikan. Ada bantingan,
kuncian, pukulan, tendangan semuanya itu ada di Frengky. Untuk peran ini aku
latihan fisiknya intens, dan sebagian besar adegan action dilakukan sendiri,” jelas
Randy.
Pertarungan antara Zar dan Frengky bukan hanya duel fisik. Melainkan pertemuan
dua cara hidup, dua nilai, dan dua jalan yang salah satunya harus dipilih. Icha : Matahari di tengah kegelapan
Caitlin Halderman memerankan karakter Icha, seorang SPG bar yang punya
pendirian kuat, menghadirkan kehangatan lain dalam cerita. Icha itu seperti
matahari di tengah kegelapan, meskipun dia tumbuh besar di lingkungan yang
mengarahkannya untuk tidak bermimpi tinggi, Icha menolak itu, dia terus
memperjuangkan mimpinya sendiri, dia ingin bersinar dengan caranya sendiri, tak
mau menerima pemikiran yang dianggap wajar oleh sosial di sekitarnya bahwa
perempuan itu harus bergantung pada laki-laki dan bahwa uang bisa membeli apa
saja.
Romansa Zar dengan Icha memberikan warna tersendiri di tengah kerasnya
kehidupan Algojo. Tidak hanya kekasih, Icha merupakan kompas moral bagi Zar,
yang terus menarik Zar dari gelapnya dunia algojo.
“Icha terlihat galak karena tuntutan hidup, tapi hatinya lembut dan penuh mimpi.
Dia menolak menyerah pada lingkungan dan justru jadi cahaya bagi Zar,
mengingatkannya bahwa masih ada cara lain selain kekerasan,” ungkap Caitlin.
Chemistry keduanya tumbuh dari diskusi, riset, dan proses workshop yang intens.
Hubungan itu menjadi jangkar emosional ketika dunia Zar semakin gelap.
Hubungan, humor, dan luka yang tak terlihat
Di balik ketegangan, Algojo menghadirkan dinamika persahabatan Zar dan Panjul
(M. Iqbal Sulaiman) yang memunculkan humor organik, sekaligus retakan
emosional saat kepercayaan diuji.
Tokoh Panjul ini meskipun kelihatannya kocak, dia sebenarnya menyimpan
ironisnya sendiri. Dia sering dianggap lemah dan jadi target bully. Orang-orang
seperti ini adalah orang yang paling tahu bagaimana susahnya hidup di strata
terendah masyarakat yang dianggap bisa diinjak-injak. Panjul menjadi sidekick
yang pas buat Zar.
Jakarta sebagai arena bertahan hidup
Algojo menempatkan Jakarta Utara bukan sekadar latar, melainkan karakter yang
hidup. Keras, tak kompromi, namun tetap menyisakan kehangatan.
Rahabi menjelaskan, “Di sini, orang bukan hanya hidup, mereka bertahan. Arena ini
melahirkan karakter yang mungkin tidak akan ada jika ceritanya dipindahkan ke
kota lain.” Melalui konflik antara pekerjaan, keluarga, dan harga diri, penonton diajak
memahami bahwa keputusan para karakter selalu lahir dari tekanan hidup, bukan
dari keinginan tunggal menjadi “jahat”.
Apa yang paling membuat menarik dari Vidio Original Series Algojo?
“Tone dan genre show-nya yang fresh. Juga action-comedy- nya yang seru. Tapi
yang spesial adalah pergeseran nasib para karakternya. Penonton mungkin
merasa sudah tahu siapa yang 'jahat' dan 'baik' di awal, tapi Algojo akan terus
menjungkirbalikkan ekspektasi itu sampai episode terakhir,” kata Rahabi.
Algojo tayang eksklusif di Vidio mulai 16 Januari 2026.
Masuklah ke dunia yang keras, dan tanyakan pada diri sendiri:
Jika berada di posisi mereka, apa yang akan kita lakukan?
###
Tentang Vidio
Vidio adalah platform OTT terdepan di Indonesia yang menghadirkan berbagai konten berkualitas yang dapat diakses kapan
saja dan di mana saja. Mulai dari olahraga kelas dunia, TV live streaming, konten berlisensi, hingga produksi eksklusif Vidio
Original Series. Selama lebih dari satu dekade, Vidio menghadirkan lebih dari sekadar pengalaman menonton. Vidio Lebih Dari
Hiburan, menjadi koneksi emosional yang membangun pengalaman bersama bagi para penonton di seluruh Indonesia. Untuk
para pencinta olahraga, Vidio menghadirkan lebih dari 70 kompetisi olahraga berskala global dan nasional. Berikut
pertandingan bergengsi yang pernah dan sedang ditayangkan mulai dari FIFA World Cup, Summer Olympic Games, Premier
League, UEFA Champions League, BRI Super League, SEA VLeague, Proliga, Livoli, Wimbledon, Formula 1, MotoGP, hingga
Combat Sports seperti Byon Combat, dan masih banyak lagi. Dengan pengalaman sebagai official broadcaster untuk
multi-event seperti Olimpiade Tokyo 2020 dan Asian Games 2018, Vidio membuktikan komitmennya dalam memberikan
tayangan Lebih Dari Menang Kalah—menghubungkan semangat, kebanggaan, dan solidaritas dalam setiap pertandingan.
Di sisi lain, Vidio juga dikenal sebagai pionir dalam produksi Vidio Original Series—menjadi OTT Indonesia dengan jumlah
produksi original terbanyak. Vidio hadir sebagai trendsetter yang terus mengangkat cerita lokal menjadi konten yang kuat,
relevan, dan berkelas. Dengan lebih dari 100 Original Series yang diproduksi hingga akhir tahun 2025, Vidio menghadirkan
tayangan Lebih Dari Cerita —menyuguhkan genre yang beragam, sekuel yang dinantikan, hingga adaptasi dan kejutan yang
membekas di hati penonton. Didukung infrastruktur teknologi yang andal, Vidio sukses melakukan streaming ke jutaan
penonton secara seamless, dan meraih pengakuan dari Google serta Akamai sebagai salah satu platform terbaik di kawasan
Asia Pasifik
***

Komentar
Posting Komentar