RATU MALAKA, First Look Film Aksi terbaru Angga Dwimas Sasongko

Visinema Perkenalkan Dunia Ratu Malaka lewat First Look Film Aksi Terbaru Angga Dwimas Sasongko


Jakarta, 12 Januari 2026 — Setelah memperkenalkan karakter film di JAFF 2025 Desember lalu, Visinema secara resmi merilis first look Ratu Malaka, film aksi terbaru yang akan tayang 2027. Materi first look ini dibagikan melalui akun media sosial resmi @RatuMalakaFilm, serta akun sutradara Angga Dwimas Sasongko dan para pemeran, sebagai pengenalan awal terhadap dunia imajinasi yang menjadi latar film tersebut. First look Ratu Malaka memperkenalkan sebuah dunia aksi kriminal dengan elemen mistis, yang dibangun sebagai semesta fiksi dengan aturan dan struktur tersendiri. Dalam unggahan di akun @RatuMalakaFilm, Visinema menyatakan, “Hari ini, Ratu Malaka membuka pintunya untuk pertama kali. Ini adalah first look dari dunia yang lahir dari visi dan imajinasi Angga Sasongko — sebuah kerajaan bayangan, di mana kekuasaan disusun oleh hukum, ritual, dan mitosnya sendiri, serta dibentuk oleh pilihan paling gelap manusia.” Foto-foto yang dirilis menampilkan dunia Ratu Malaka sebagai semesta yang sinematik, misterius, dan sarat ketegangan. Marcella Zalianty terlihat tampil dominan, duduk di tengah figur-figur yang memancarkan kekuasaan dan ancaman. Sementara itu, Claresta Taufan, dalam debut film aksinya, terlihat berada dalam tekanan, berhadapan dengan karakter Wulan Guritno yang tampil dingin. Di cuplikan lain, Dion Wiyoko tampil mengesankan dengan senjata di tangannya, saat dunia di sekelilingnya dipenuhi percikan dan ketegangan. Film Paling Menantang Angga Dwimas Sasongko Ratu Malaka menjadi film panjang pertama Angga Dwimas Sasongko yang kembali menyutradarai film panjang setelah dua tahun terakhir fokus menjalankan perannya sebagai pimpinan Visinema Group. Film ini sekaligus menandai kembalinya sang sutradara ke genre aksi, setelah sebelumnya menghadirkan Mencuri Raden Saleh dan 13 Bom di Jakarta, dua film yang dikenal dengan skala dan pendekatan aksi yang berbeda di perfilman Indonesia. Menurut Angga, tantangan utama dalam Ratu Malaka terletak pada proses pembangunan dunia cerita. “Ratu Malaka menuntut pendekatan world building yang intensif. Di sini, kami membangun dunia imajinasi yang utuh, dengan aturan, struktur kekuasaan, dan lapisan mistisnya sendiri. Malaka hadir lebih dari latar, namun menjadi dunia yang hidup dan menentukan pilihan setiap karakternya,” ujar Angga Dwimas Sasongko, sutradara sekaligus penulis Ratu Malaka. Dunia Imajinasi Malaka sebagai Fondasi Cerita
Dunia yang diperkenalkan melalui first look ini digambarkan sebagai dunia fiksi yang dibentuk sebagai oleh sejarah luka, mitos, dan relasi kekuasaan, yang menjadi fondasi utama konflik dalam film. Ratu Malaka dibintangi oleh Claresta Taufan, Jihane Almira, Lutesha, Dion Wiyoko, Marcella Zalianty, Faris Fadjar, Ganindra Bimo, Wafda Saifan, Wulan Guritno, serta turut hadir juga Mike Lucock, Indra Birowo, dan Verdi Solaiman. Ditulis oleh Angga Dwimas Sasongko dan Irfan Ramli, penulis naskah pemenang Piala Citra FFI, Ratu Malaka juga melibatkan Chan Man-ching sebagai koordinator stunt. Chan Man-ching dikenal lewat karyanya di Rush Hour dan sejumlah film aksi Jackie Chan, dan di film ini berkolaborasi dengan Reza Hilman, aktor Indonesia sekaligus mantan atlet pencak silat yang pernah mewakili Indonesia di World Martial Arts Festival. Ratu Malaka akan tayang di bioskop Indonesia di 2027.
***
TENTANG VISINEMA GROUP
Didirikan pada tahun 2008 oleh sineas Indonesia, Angga Dwimas Sasongko, Visinema Group (Visinema)
memiliki visi untuk menjadi center of excellence dalam setiap bentuk storytelling di Indonesia dengan ekosistem
storytelling yang komprehensif. Visinema berkomitmen untuk senantiasa mengembangkan dan melahirkan
konten, cerita, serta film yang menarik untuk dapat dinikmati oleh para pecinta film dan publik di berbagai
saluran dan platform. Visinema memiliki Visinema Pictures yang menghasilkan film-film layar lebar yang menghadirkan cerita-cerita yang menarik dan impactful serta memberikan pengalaman sinematik terbaik bagi para pecinta film; BION
Studios yang menghadirkan cerita-cerita hyperlocal dan trending di masyarakat; Visinema Studios yang fokus
menghadirkan konten berkualitas untuk anak dan keluarga, serta animasi dan puppet show; Visinema Content
yang melahirkan konten berkualitas yang dapat dinikmati di platform streaming; dan Skriptura yang
memberikan layanan script development dan scriptwriting.
Visinema sudah melahirkan sejumlah portofolio IP (Intellectual Property) yang telah dinikmati oleh publik,
diantaranya adalah Cahaya Dari Timur: Beta Maluku, Filosofi Kopi, Surat Dari Praha, Nanti Kita Cerita Tentang
Hari Ini, Keluarga Cemara, Generasi 90an: Melankolia, Nussa, Mencuri Raden Saleh, 13 Bom di Jakarta,
Heartbreak Motel dan sejumlah IP box office lainnya yang telah ditayangkan di layar bioskop, Nussa Official
Series dan Domikado yang dapat dinikmati di kanal YouTube, serta Pertunjukkan Panggung Musikal Keluarga
Cemara yang telah mendapatkan sambutan hangat dari publik. Visinema semakin memperkuat posisinya dalam
industri film dan kreatif Indonesia untuk menjadi center of excellence dalam setiap bentuk karya yang dihasilkan.
Visinema
Email : info@visinemapictures.com
Instagram : @visinemaid & @ratumalakafilm
TikTok : @visinemaid
X : @VisinemaID
***

Redaksi Media : ULTRA MOVIE REVIEW
Instagram : @ultramoviereview
Website : ultramoviereview.blogspot.com
Email : ultramoviereview@gmail.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LINTRIK: ILMU PEMIKAT, Bukan sekedar horor pada umumnya film berusung genre drama psikologis yang kuat akan kearifan lokal

KANG SOLAH: KANG MAK X NENEK GAYUNG, Produksi Falcon Pictures yang siap mengocok perut tanggal 25 September 2025

EJAKULASI DINI (EDI), Banyak pelajaran yang bisa di petik dari series ini